IP dan IP address

Posted in Teknologi Informasi dan Multimedia on Juni 2, 2013 by agungborn91

ip

Pengertian Protokol dan IP

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang digunakan untuk mengatuk dan mengijinkan terjadinya komunikasi atau pengiriman data antara dua atau lebih unit komputer. Sehingga dapat dikatakan bahwa IP (Internet Protocol) merupakan standarisasi pada jaringan internet untuk komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam kegiatan proses pengiriman data dari suatu komputer ke komputer lainnya . Protokol ini tidak bekerja secara sendiri melainkan berupa kumpulan protokol agar dapat terjadi koneksi.

Sejarah IP

Perkembangan Hingga Versi 4

IP pertama kali dikembangkan pada akhir akhir dekade 1970 hingga 1981. Tepatnya bulan sepetember 1981,  RFC 791 (Request For Comments 791) mendefinisikan versi pertama yang digunakan sebagai Internet Protocol. RFC adalah sebuah memorandum yang diterbitkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) menjelaskan tentang metode, perilaku, penelitian, atau inovasi berlaku untuk kerja dari Internet dan system yang terhubung di Internet. Pada RFC 791 generasi IP yang dikembangkan adalah generasi yang keempat (IPv4). Sebelumnya telah dikembangkan IPv0, IPv1, IPv2 dan  IPv3. Dari versi 0 sampai dengan versi 3 hanya berupa percobaan semata sebelum dikeluarkannya IP yang sebernarnya yaitu IP versi 4. Percobaan IPv0 sampai dengan IPv3 terjadi dalam kurun waktu sekitar dua tahun yaitu dari tahun 1977 hingga 1979.

IPv5 (versi 5)

versi 5 ini bukan versi kelanjutan dari versi sebelumnya (IPv0, IPv1, IPv2, IPv3 , IPv4). Protokol versi 5 ini dibuat untuk tujuan komunikasi percakapan suara dan konferensi dengan garansi delay dan bandwidth. Protokol ini didefinisikan pada dokumen IEN 119 dalam status eksperimental. Kemudian dilanjutkan menjadi ST2 dalam RFC 1819, tetapi tetap dalam status eksperimental.

IPv6 (versi 6)

Versi ini merupakan generasi penerus IPv4, disebut juga sebagai IPng (= IP Next Generation), dan hasil kombinasi sana-sini dari banyak proposal penerus IPv4. Kelebihan dari IPv6 antara lain :

  • IPv6 memiliki kapasitas 128 bit, dibandingkan dengan IPv4 yang cuma 32 bit – membuat kapasitas IPv6 jauh lebih besar (2^96 kali lipat dibandingkan dengan IPv4). Dengan adanya address space yang luar biasa besar itu, maka akan terbuka banyak sekali kemungkinan di masa depan mengenai aplikasi2 yang bisa dienable.
  • IPv6 memiliki scope (jangkauan) IP address yang terdefinisi dengan baik, spt node-local, link-local, site-local, organization-local, global-scope. Scope ini mirip dengan pemakaian private atau global ip address pada IPv4, tetapi jauh lebih fleksibel.
  • Ini kemampuan baru IPv6 untuk identifikasi beberapa host dengan sebuah IP address saja.
  • Header IPv6 lebih simple dibanding dengan IPv4, ada beberapa field yang dihapuskan, sehingga dengan kemampuan yang sangat luar biasa besar, header IPv6 hanya 2x lebih besar daripada IPv4.
  • IPv6 memiliki kemampuan builtin untuk otentikasi & privasi. Jika pada IPv4 harus menambahkan tunnel IPsec.

Arsitektur IP

OSI-DARPA-TCP

Arsitektur IP tidak berdasarkan pada model 7 lapisan OSI melainkan model referensi DARPA. IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing.

  • Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
  • Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
  • Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  • Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

Layanan IP

  • Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan password”, meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword
  • Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut.
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik.
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal.
  • Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.
    Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda.
  • Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet.

IP Address (Pengalamatan IP)

Pada dasarnya alamat IP merupakan deretan  angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Untuk versi IPv4 terdiri dari 32bit sedangkan versi 6 (IPv6) lebih panjang yaitu 128 bit. IP address memiliki dua fungsi utama yaitu

  1. IP address sebagai alat identifikasi host atau antarmuka jaringan. Dalam hal ini dapat diilustrasikan untuk mengetahui “siapa dia”.
  2. IP address sebagai alamat lokasi jaringan. Dalam hal ini dapat diilustrasikan bagaimana mengetahui “dimana dia”  agar sebuah dapat bisa sampai ke alamat tersebut.

 

Untuk mudah dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP, maka umumnya penaman yang digunakan adalah berdasarkan bilangan desimal. Alamat IP terdiri dari atas 32 bit angka biner,yang ditulis dalam 4 kelompok,terdiri atas 8 bit (oktet) dengan di pisah oleh tanda titik.

Bentuk Biner :11000000.00010000.00001010.0000001

Bentuk Desimal :  192.16.10.1

Dibagi 4 kelompok dengan simbol : w.x.y.z

Alamat IP terdiri atas dua bagian yaitu Network ID dan Host ID, dimana Network ID alamat dari jaringan, sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan. Dalam contoh dibawah ini , alamat jaringan ( Network ID ) yang sering juga disebut juga Network address adalah 192.16.10.0 , sedangkan alamat IP dari masing-masing server dan workstation adalah 192.16.10.1 , 192.16.10.2, 192.16.10.3 dan 192.16.10.4. Beberapa jumlah kelompok angka yang termasuk Network ID dan berapa termasuk host ID , tergantung pada kelas dari alamat IP yang dipakai . kelas IP dibagi menjadi tiga kelas seperti dalam tabel berikut ini:

Ip

 

Alamat IPv4 (IP versi 4)

Pada Ip veri 4 memiliki alamat dengan panjang totalnya adalah 32-bit, dan dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.

Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

Ip

 

Kelas A

Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

 

Kelas B

Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

 

Kelas C

Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

 

Kelas D

Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

 

Kelas E

Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

 

Jenis-jenis alamat IPv4

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  • Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one
    • Alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.

    • Alamat ilegal

      Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

    • Alamat Privat

      Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet. Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

  • Alamat Broadcast

Alamat broadcast merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data “satu-untuk-semua”. Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.

Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

  • Alamat Multicast

Alamat IP Multicast merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda.Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many. Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi “listening” terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.

Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.

 

 

 

 

 

 

 

Alamat IPv6 (IP versi 6)

Alamat IP versi 6 dalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

Contoh alamat IPv6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a.

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCPv6 Server sebagai pengelola alamat. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

 

Daftar Pustaka

  1. http://www.anneahira.com/ip-address.htm (Diakses pada 1 Juni 2013)
  2. http://blogerbugis.blogspot.com/2013/04/mengenal-secara-detail-apa-itu-ip.htm l(Diakses pada 1 Juni 2013)
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP (Diakses pada 1 Juni 2013)
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_protocol_suite (Diakses pada 1 Juni 2013)
  5. http://0ch4.wordpress.com/pengertian-tcpip/(Diakses pada 1 Juni 2013)
  6. http://ferdianrikudo.wordpress.com/2013/05/29/internet-protocol-ip-address/ (Diakses pada 1 Juni 2013)
  7. http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_(komputer)(Diakses pada 1 Juni 2013)
  8. http://wibialwis.blogspot.com/2013/02/sistem-kerja-internet-dan-mengetahui-ip.html (Diakses pada 1 Juni 2013)
  9. http://tonyseno.blogspot.com/2007/12/sejarah-ip-dari-ipv0-sampai-ipv6-dengan.html (Diakses pada 1 Juni 2013)
  10. http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_6(Diakses pada 1 Juni 2013)
  11. http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4 (Diakses pada 1 Juni 2013)

Network Security

Posted in Teknologi Informasi dan Multimedia on Mei 31, 2013 by agungborn91

images1Mengapa membutuhkan Network Security??

Perkembangan internet sangat melesat luas dan cepat hingga mencapai leih dari jutaan unit komputer yang terkoneksi di berbagai belahan dunia. Informasi-inormasi yang terdapat di jaringan internet semakin hari semakin lengkap , akurat dan penting. Namun dari sebagian informasi-informasi itu merupakan bagian yang berharga dan rahasia yang harus dijaga keamaannya. Oleh karena itu diperlukan proteksi dalam sebuah jaringan komputer agar informasi-informasi yang bersifat privasi, rahasia dan berharga tidak dapat dicuri dan disalah gunakan.  Pada umumnya hal ini biasa disebut Network Security atau keamanan jaringan. Pada awalnya, konsep tentang network security menjelaskan lebih banyak mengenai keamanan (security) dari sebuah sistem jaringan komputer yang terhubung ke Internet terhadap ancaman dan gangguan yang ditujukan kepada sistem tersebut. Namun semakin hari pembahasan tentang network security semakin luas sehingga pada saat ini tidak hanya membicarakan masalah keamanan  jaringan komputer saja, tetapi lebih mengarah kepada masalah-masalah keterjaminan sistem jaringan informasi secara global. Keamanan jaringan diklasifikasi untuk mempermudah dalam mempelajarinya dan mengkategorikannya dengan benar. Virus, Worm, dan Trojan horse adalah contoh dari beberapa serangan yang ada. Tapi dalam pengelompokan umumnya ada 3 yaitu Reconnaissance, Access, atau Denial of Service (DoS). Selain itu ada beberapa karakter dari penyusup antara lain ada yang bertipe hanya ingin tahu dan belajar namun juga ada yang benar-benar ingin merusak dan membobol dengan tujuan yang tidak baik.

3  Kata Kunci konsep Network Security

1. Resiko / Tinggat Bahaya

Dalam hal ini, resiko berarti berapa besar kemungkinan keberhasilan para penyusup dalam rangka memperoleh akses ke dalam jaringan komputer lokal yang dimiliki melalui konektivitas jaringan lokal ke wide-area network. Secara umum, akses-akses yang diinginkan adalah :

  • Read Access : Mampu mengetahui keseluruhan sistem jaringan informasi.
  • Write Access : Mampu melakukan proses menulis ataupun menghancurkan data yang terdapat di sistem tersebut.
  • Denial of Service : Menutup penggunaan utilitas-utilitas jaringan normal dengan cara menghabiskan jatah CPU, bandwidth maupun memory.

2. Ancaman
Dalam hal ini, ancaman berarti orang yang berusaha memperoleh akses-akses illegal terhadap jaringan komputer yang dimiliki seolah-olah ia memiliki otoritas terhadap akses ke jaringan komputer.

3. Kerapuhan System (Vulnerability)
Kerapuhan sistem lebih memiliki arti seberapa jauh proteksi yang bisa diterapkan kepada network yang dimiliki dari seseorang dari luar sistem yang berusaha memperoleh akses illegal terhadap jaringan komputer tersebut dan kemungkinan orang-orang dari dalam sistem memberikan akses kepada dunia luar yang bersifat merusak sistem jaringan.

Lapisan Keamanan Jaringan

Pada umumnya, jaringan komputer di dunia menggunakan sistem operasi Unix sebagai platform. Unix telah menjadi sebuah sistem operasi yang memiliki keandalan tinggi dan tingkat performansi yang baik. Tetapi, pada dasarnya Unix tersusun oleh fungsi-fungsi yang cukup rumit dan kompleks. Akibatnya, Unix juga memiliki beberapa kelemahan seperti bug-bug (ketidaksesuaian algoritma pemrograman) kecil yang kadang kala tidak disadari oleh para pemrogram Unix. Selain itu, utilitas-utilitas yang memanfaatkan Unix sebagai platformnya, seringkali mempunyai bug-bug tersendiri pula. Nah, hal-hal inilah yang sering dieksploitasi oleh para hacker dan intruder di seluruh dunia.

Guna mencegah berhasilnya eksploitasi para hacker dan intruder tersebut, dikembangkan sebuah konsep yang dikenal dengan UNIX Network Security Architecture. Arsitektur ini mencakup 7 lapis tingkat sekuriti pada jaringan. Ketujuh lapis tersebut adalah sebagai berikut :

  • Lapis ke-7 : Kebijaksanaan
  • Lapis ke-6 : Personil
  • Lapis ke-5 : Local Area Network
  • Lapis ke-4 : Batas Dalam Jaringan
  • Lapis ke-3 : Gateway
  • Lapis ke-2 : Paket Filtering
  • Lapis ke-1 : Batas Luar Jaringan

Kebijaksanaan
Lapis kebijaksanaan menjadi pelindung terhadap keseluruhan program proteksi dan sekuriti jaringan yang diterapkan. Lapis ini mempunyai fungsi mendefinisikan kebijakan-kebijakan organisasi mulai dari resiko yang paling besar yang mungkin didapat hingga bagaimana mengimplementasikan kebijaksanaan yang diambil terhadap prosedur-prosedur dasar dan peralatan yang digunakan. Lapis ini menjadi salah satu penentu utama keberhasilan program proteksi dan sekuriti sistem.

Personil
Lapis ini mendefinisikan segi manusia dalam sistem jaringan informasi. Personil yang melakukan instalasi, konfigurasi, pengoperasian hingga orang-orang yang mampu menjalankan akses-akses yang tersedia di sistem adalah termasuk dalam lapis ini. Kebijakan yang diambil pada lapis ini pada dasarnya harus mencerminkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam program proteksi dan sekuriti ini.

Local Area Network
Lapis selanjutnya mendefinisikan peralatan-peralatan dan data-data yang harus mendapatkan proteksi. Selain itu, lapis ini juga mencakup prosedur-prosedur pengawasan dan kontrol yang sering diterapkan dalam sistem.

Batas Dalam Jaringan Batas
Dalam Jaringan mendefinisikan lapisan sistem yang terkoneksi secara fisik ke daerah “penyangga” yang menjadi pemisah antara sistem jaringan informasi lokal dengan jaringan luar. Batas ini menjadi penting karena titik ini menjadi sasaran utama usaha-usaha eksploitasi untuk memperoleh akses illegal. Ada baiknya daerah penyangga ini dikonsentrasikan pada satu titik sehingga penerapan prosedur pengawasan dan kontrol menjadi lebih mudah. Demikian pula bila datang serangan dari luar sistem, hanya akan terdapat satu titik masuk yang paling utama. Dengan demikian, akan lebih mudah mengisolasi sistem yang dimiliki dari konektivitas ke luar bila terjadi gangguan.

Gateway
Gateway mendefinisikan menjadi pintu utama dari dan ke sistem yang dimiliki. Kebijaksanaan proteksi dan sekuriti sebuah sistem yang terkoneksi dengan wide-area network seharusnya lebih mengarahkan usaha-usaha yang ada untuk mengamankan lapis ini sebaik mungkin. Servis-servis publik ada baiknya diletakkan pada lapis tersebut guna meminimisasi kemungkinan akses yang lebih jauh ke dalam sistem.

Paket Filtering
Lapis ini mendefinisikan platform yang berada di antara network interface lapis 3 (gateway) dengan network interface yang menjadi tempat penerapan metoda Firewall. Lapis tersebut lebih bersifat sebagai program yang menjalankan fungsi pengawasan (monitoring) terhadap paket-paket data yang masuk maupun yang keluar sistem.

Batas Luar Jaringan
Batas Luar Jaringan mendefinisikan titik dimana sistem terhubung dengan wide-area network dan kita tidak memiliki kontrol langsung terhadap titik tersebut.

Lapis ke-3 menjadi titik utama dan yang paling rawan dalam network security ini. Implementasi kebijaksanaan yang diambil pada layer ini hanya bisa dilakukan secara software. Terdapat beberapa jenis security software yang bisa digunakan untuk memperkuat usaha proteksi dan sekuriti sistem pada lapis ke-3 ini. Di antaranya adalah TCP Wrapper, Swatch , dan SOCKS library dan sockd

Daftar Pustaka 

  1. http://irvan-bagja.blogspot.com/2012/05/keamanan-internet-network-security.html (akses tanggal 31 Mei 2013)
  2. http://www.klik-kanan.com/network-security-apa-dan-bagaimana.htm  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  3. http://davidbatax.wordpress.com/2011/09/28/definisi-network-security/  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  4. http://www.te.ugm.ac.id/~josh/seminar/Keamanan%20Sistem%20Jaringan%20Komputer.pdf  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  5. http://wellysan99.blogspot.com/2013/03/keamanan-jaringan-komputer-sekarang.html  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_jaringan  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  7. http://erwan19.wordpress.com/2011/07/12/network-security/  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  8. http://oneheartlinux.wordpress.com/2012/07/16/pengertian-firewall-network-security/  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  9. http://komputeritserver.blogspot.com/2012/08/computer-network-security-keamanan.html  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  10. http://baguspermady.wordpress.com/2011/10/12/perkembangan-firewall-sampai-tahun-2011-network-security/  (akses tanggal 31 Mei 2013)
  11. http://spencerwade.wordpress.com/2013/02/05/network-security-in-a-nutshell/ (akses tanggal 31 Mei 2013)

Keamanan jaringan diklasifikasi untuk mempermudah dalam mempelajarinya dan mengkategorikannya dengan benar. Virus, Worm, dan Trojan horse adalah contoh dari beberapa serangan yang ada. Tapi dalam pengelompokan umumnya ada 3 yaitu Reconnaissance, Access, atau Denial of Service (DoS).

Physical Layer (Lapisan Fisik) pada Model OSI

Posted in Teknologi Informasi dan Multimedia on Mei 23, 2013 by agungborn91

Pengertian OSI

OSI (Open System Interconnection)  merupakan suatu standarisasi dalam bidang komunikasi dan jaringan komputer yang dibuat dan dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO). Dalam standar OSI terbentuk  suatu dekripsi abstrak mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer. Model dengan desain lapisan-lapisan ini umumnya dikenal dengan Model tujuh lapis OSI atau  (OSI seven layer model).

Sebelum kemunculan OSI , sistem jaringan komputer sangat bergantung pada vendor. Hal ini menyebabkan  terdapat banyak protokol jaringan  berbeda dalam  suatu jaringan yang besar.  Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi. OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar vendor yang berbeda.  


Keberadaan OSI Reference Model pun menjadi sebuah standarisasi yang ideal agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference ModelOSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

7 lapisan OSI tersebut terdiri dari :

  • Lapisan pertama yaitu Physical Layer (Lapisan Fisik)
  • Lapisan kedua yaitu Data Link Layer (Lapisan koneksi data)
  • Lapisan ketiga yaitu Network Layer (Lapisan jaringan)
  • Lapisan keempat yaitu Transport Layer ( Lapisan Transpor)
  • Lapisan kelima yaitu Session Layer (Lapisan Sesi)
  • Lapisan keenam yaitu Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
  • Lapisan ketujuh yaitu Application Layer (Lapisan Aplikasi)

OSI

Lapisan fisik (Physical Layer)

Pada artikel ini akan dibahas sedikit lebih dalam mengenai lapisan fisik atau physical layer.  Pada lapisan ini berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Lapisan ini memiliki tugas  untuk mengatur sinkronisasi pengiriman dan penerimaan data, spesifikasi mekanis dan elektris, menerapkan prosedur untuk membangun , mengirimkan data/informasi dalam bentuk digit biner, memelihara dan memutuskan hubungan komunikasi. Pada physical layer terdapat  perangkat keras dasar jaringan yang terdiri atas Repeater, Multiplexer, Hubs(Passive and Active), Oscilloscope dan Amplifier.

  • Repeater (satelit) memiliki tugas sebagai penerima sinyal dan mengirimkannya kembali k receiver. 
  • Multiplexer merupakan media untuk menjalankan multipleks yaitu menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirim secara bersamaan dalam suatu kanal tranmisi.
  • Osiloskop adalah sebuah alat untuk menampilkan bentuk gelombang atau sinyal pada sebuah monitor.
  • Hubs berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan.
  • Amplifier adalah perangkat yang berfungsi sebagai penguat sinyal.

Media-media fisik tersebut terjadi perpindahan arus bit yang melibatkan sinyal-sinyal digital.  Dalam pengirimannya harus terjadi kesamaan dalam nilai bit. Apabilamengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Oleh karena level tegangan dalam pengiriman harus tetap sama dan terjaga hingga pengiriman selesai. 

Daftar protokol pada layer ini adalah :
  •  Jaringan telepon modem – V.92
  • IRDA Physical Layer
  • USB Physical Layer
  • EIA RS-232, EIA-242, EIA-422, RS-449, RS-485
  • Ethernet Physical layer termasuk 10BASE-T, 10Base5, 100BASE-FX, 100BASE-T, 
  • 1000BASE-T, 1000BASE-SX dan varietas lainnya
  • Varietas 802.11 Wi-Fi physical layer
  • DSL
  • ISDN
 
Perangkat yang digunakan pada layer ini adalah :
  • Network Adapter
  • Repeater
  • Modem 
  • Fiber Media Converter

Pada lapisan pertama inilah terjadi hubungan secara fisik antara satu terminal dengan terminal lain atau server atau peripheral lainnya. Pada sisi pengirim, lapisan phisik menerapkan fungsi elektris mekanis dan prosedur untuk membangun, memelihara dan melepaskan sirkuit kommunikasi guna mentransmisikan informasi dalam bentuk digit biner ke sisi penerima, sedangkan lapisan fisik pada penerima akan menerima data dan mentransmisikan data ke lapisan di atasnya. Adapun contoh protokol yang digunakan pada lapisan pertama ini antara lain X21, X21bis, RS232, dan lain sebagainya. X21 memuat ketentuan-ketentuan hubungan secara fisik titik ke titik antar peralatan yang menggunakan teknik digital dala pengiriman ataupun penukaran data.

Pada lapisan pertama inilah terjadi hubungan secara fisik antara satu terminal dengan terminal lain atau server atau peripheral lainnya. Pada sisi pengirim, lapisan phisik menerapkan fungsi elektris mekanis dan prosedur untuk membangun, memelihara dan melepaskan sirkuit kommunikasi guna mentransmisikan informasi dalam bentuk digit biner ke sisi penerima, sedangkan lapisan fisik pada penerima akan menerima data dan mentransmisikan data ke lapisan di atasnya. Adapun contoh protokol yang digunakan pada lapisan pertama ini antara lain X21, X21bis, RS232, dan lain sebagainya. X21 memuat ketentuan-ketentuan hubungan secara fisik titik ke titik antar peralatan yang menggunakan teknik digital dala pengiriman ataupun penukaran data.

Media Tranmisi pada Physical Layer

Kabel (wire)

  • Kabel UTP Category 3 (Cat3) :  kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik.
  • Kabel UTP  Category 5 (Cat5) : kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik.
  • Kabel Coaxial : suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.
  • Kabel Fiber Optik : saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index.

 

Wireless

  • Transmisi radio : media transmisi yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data. Kelebihan transmisi gelombang radio adalah dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) dan dimungkinkan dalam keadaan bergerak.
  • Transmisi Microwave : Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF.

 

Demikian sedikit penjelasan mengenai Physical Layer (Lapisan Fisik) pada Model OSI. Semoga bermanfaat.

 

Daftar Pustaka 

  1. http://mahmudahsiti28.blogspot.com/2012/04/tugas03-physical-layer-dan-standar-yang.html (akses tanggal 22 Mei 2013)
  2. http://agungkurniawanfaisol.blogspot.com/2012/07/osi-dan-layer-physical-dalam-jaringan.html (akses tanggal 22 Mei 2013)
  3. http://hengkirahman.blogspot.com/2012/04/1-physical-layer.html (akses tanggal 22 Mei 2013)
  4. http://samirnganjuk.wordpress.com/2010/05/09/physical-layer/ (akses tanggal 22 Mei 2013)
  5. http://kuliahkomdat.blogspot.com/2008/01/physical-layer.html (akses tanggal 22 Mei 2013)
  6. http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_fisik (akses tanggal 23 Mei 2013)
  7. http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI (akses tanggal 23 Mei 2013)
  8. http://emmospot.wordpress.com/about-panic-at-the-disco/pengertian-osi-dan-lapisannya/ (akses tanggal 23 Mei 2013)
  9. http://tkampus.blogspot.com/2011/12/osi-layer.html (akses tanggal 23 Mei 2013)
  10. http://muhammadfadlymasrun.blogspot.com/2011/03/perangkat-pada-layer-layer-osi-model.html (akses tanggal 23 Mei 2013)

 

 

MPEG-2 dan MPEG-4

Posted in Software, Teknologi Informasi dan Multimedia on April 27, 2013 by agungborn91

MPEG (Motion Picture Experts Group) merupakan bagian dari ISO (International Organization for Standardization) dan IEC (International Electrotechnical Commission) yang membuat  dan mempublikasikan standar pada berbagai macam area teknologi. MPEG merupakan standar untuk format audio dan video yang digunakan secara online, pada siaran televisi dan pada media DVD. Pada bula mei 1998 terjadi pertemuan pertemua pertama MPEG di Ottawa, Kanada. 

Dalam perkembangannya MPEG berkembang menjadi beberapa kategori, yaitu

  • MPEG-1, standar pengompresan suara dan gambar pada Video CD termasuk juga sebagai lapisan audio 3(audio layer 3) MP3 format kompresi untuk suara (audio).
  • MPEG-2, standar untuk penyiaran suara dan gambar over-the-air televisi digital ATSC, DVB dan ISDB, satelit televisi digital Dish Network, sinyal digital cable television dan juga DVD
  • MPEG-3, standar untuk High-definition television HDTV
  • MPEG-4, pengembangan dari MPEG-1 untuk mendukung objek suara/gambar televisi tiga dimensi (3D)
  • MPEG-7, standar suatu sistem formal untuk menggambarkan isi dari suatu multimedia.
  • MPEG-21, standar MPEG untuk generasi masa depan (rangka multimedia)

Namun pada artikel kali ini akan sedikit menekan pada standarisasi MPEG-2 dan MPEG-4.

MPEG-2

MPEG-2 adalah penentuan untuk sekelompok koding dan kompresi untuk audio dan video, yang disetujui oleh MPEG dan diterbitkan sebagai standar internasional ISO/IEC 13818. MPEG-2 biasanya digunakan untuk encode audio dan video untuk sinyal broadcast, termasuk satelit broadcast langsung dan televisi kabel. MPEG-2 dengan beberapa modifikasi juga format coding yang digunakan dalam film DVD komersial. Menggunakan MPEG2 perlu membayar biaya lisensi kepada pemegang paten melalui MPEG Licensing Association. (dikutip dari wikipedia : http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-2 )

Pada teknik streaming, MPEG-2 menggunakan 2 bagian untuk kompresi video. Bagian tersebut terbagi atas video dan audio standar. Untuk aplikasi praktis dengan bit stream video danaudio yang telah dikompres harus digabungkan dalam satu single bit stream sehingga dapat disimpan dalam DSM atau di kirimkan melalui kanal komunikasi. MPEG-2 mendefinisikan streamke dalam dua buah bagian yaitu stream programdan stream transport.

MPEG-4

MPEG-4  diperkenalkan pada akhir 1998, adalah sebuah nama dari sebuah grup koding standar audio dan video dan teknologi yang berhubungan yang disetujui oleh Moving Picture Experts Group (MPEG) ISO/IEC. Kegunaan utama bagi standar MPEG-4 adalah internet (streaming media) dan CD, videophone, dan televisi broadcast.

MPEG-4 menyerap banyak fungsi dari MPEG-1 dan MPEG-2 dan standar berhubungan lainnya, menambahkan fungsi baru seperti dukungan VRML (extended) untuk perenderan 3D, file komposit berorientasi objek (termasuk audio, video, dan VRML), dukungan spesifikasi-luar Manajemen Hak Cipta Digital dan banyak interaktivitas lainnya.

Format MPEG-4 sangat tepat untuk memampatkan format video yang besar ,seperti .avi atau .vob karena konsep dasar dari kompresi MPEG-4 adalah mengompres file ketika menyimpan video,lalu ketika video tersebut diputar,codec MPEG-4 akan mengembangkan lagi ukuran file ini,jadi tingkat penurunan kualitas video maupun audio menjadi sangat minimal dengan ukuran kompresi file yang maksimal. (dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-4)

Daftar Pustaka

http://iambigsmart.wordpress.com/2013/04/24/software/  (diakses tanggal 27 April 2013)

http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-4 (diakses tanggal 27 April 2013)

http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG-2 (diakses tanggal 27 April 2013)

http://id.wikipedia.org/wiki/MPEG (diakses tanggal 27 April 2013)

Encoder (CODEC)

Posted in Software, Teknologi Informasi dan Multimedia on April 27, 2013 by agungborn91

Pengertian Encoder

Encoder merupakan jenis program yang digunakan untuk mengubah media source ke format yang sesuai untuk kegiatan streaming. Proses perubahan media source tersebut disebut encoding. Pada proses encoding terjadi konversi sinyal atau bitstream data ke dalam bentuk yang dapat diterima untuk transmisi data atau penyimpanan data dengan menggunakan algoritma tertentu. Fungsi dari proses encoding ini antara lain untuk standarisasi, efisiensi dalam pengiriman, kerahasiaan, keamanan serta penghematan ruang penyimpanan data (kompresi data). Pada intinya encoder ditujukan untuk melakukan sebuah kompresi data. Hal ini dilakukan untuk menekan ukuran data yang cukup besar agar bisa dikirim.  Jika ukuran penyimpanan data terlalu besar maka akan sulit dikirim karena keterbatasan bandwidth jaringan. Secara khusus untuk menekan data (kompresi) dilakukan oleh program CODEC.  Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Codec termsuk jenis software encoder.

Apa itu CODEC???

Codec berasal dari dua kata yaitu COmpressionDECompression. Dalam teknik streaming, Codec merupakan software yang digunakan untuk melakukan proses penekanan ukuran data (kompresi) sebuah file media streaming dan mengembalikannya ke ukuran awal (dekompresi) . CODEC melakukan penekanan atau kompresi file media  streaming agar ukurannya dapat diperkecil, lalu file tersebut distreaming dan dibroadcast melalui Internet. Setelah sampai ke komputer client, file tersebut kemudian kembalikan ke ukuran asal untuk dapat didengarkan atau ditonton. Proses ini dilakukan agar fasilitas media streaming dapat dinikmati lebih cepat dan tidak memakan bandwidth 

Jenis Metode Pada CODEC

  • Lossy

Kebanyakan metode Codec yang digunakan adalah lossy yaitu merusak file atau menghilagkan bagian dari file sehingga file menjadi  lebih kecil dari aslinya (contoh: file .bmp yang diubah ke .jpg). Dalam proses lossy ada bagian file yang dihilangkan untuk menekan ukuran file data agar mudah ditransmisikan. Pada file audio, ada bagian data audio (gelombang) yang tidak dapat didengar manusia. Bagian tersebut dihilangkan karena tidak dibutuhkan dan tidak mengandung informasi yang signifikan. Sedangkan pada video yang ditekan atau dikompresi adalah ukuran layar video. Seperti yang terjadi pada video streaming, jenis ukuran layar yang digunakan tidak penuh satu layar monitor bahkan cenderung berukuran miniatur. Jenis format video yang menggunakan kompresi lossy antara lain  MPEG1, MPEG2, DivX, H264,  WMV, RMVB.

  • Lossless

Selain itu ada jenis metode lain yaitu, lossless codec. Kompresi lossless tidak menghilangkan informasi apapun dalam sebuah file. Metode ini tidak terlalu signifikan dalam menekan ukuran file. Namun ada keunggulan dari metode ini yaitu apabila proses pengolahan data dilakukan berulang-ulang maka informasi pada data tidak akan berkurang atau hilang. Selain itu, informasi data tidak akan berkurang sedikitpun apabila data ingin yang telah dikompresi ingin diolah lebih lanjut. Contoh format audio dengan metode lossless antara lain FLAC, WacPack, Monkey’s Audio (APE) dan MLP. Sedangkan untuk video antara lain DV, HuffYUV, CorePNG dan FFV1. 

Daftar Pustaka

http://mirnarizki37.blogspot.com/2012/05/codec.html (diakses tanggal 26 April 2013)

http://zahrotul-m–fst10.web.unair.ac.id/artikel_detail-69767-PEMROGRAMAN%20KOMPUTER-Codec%20.html

(diakses tanggal 26 April 2013)

http://fayntrick.blogspot.com/2011/08/broadcast-video-digital-encoder.html (diakses tanggal 26 April 2013)

Video over IP (Video Conference)

Posted in Software, Teknologi Informasi dan Multimedia on April 26, 2013 by agungborn91

Pengenalan Video over IP dan Video Conference

Penggunaan IP (Internet Protocol) tidak hanya untuk informasi berbentuk audio atau voice (VoIP), namun juga dapat diaplikasikan pada pengiriman informasi berbentuk video. Salah satu pemanfaatan IP dalam bentuk pengiriman informasi video adalah kegiatan Video ConferenceVideo Conference merupakan teknologi telekomunikasi interaktif yang dapat menghubunngkan dua pihak atau lebih di tempat  berbeda  melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.

video ip]

Prinsip kerja Video Conference yaitu dengan  mengkonversikan sinyal suara yang masuk melalui mic menjadi sinyal digital  serta gambar dan video yang direkam kamera menjadi sinyal gambar berbentuk digital dan kemudian kedua sinyal tersebut dikompresi menggunakan perangkat yang disebut codec. Tujuan dikompresi yaitu untuk menekan ukuran byte (penyimpanan) agar lebih kecil. Kemudian sinyal yang sudah dikompresi dapat disebar melalui jaringan internet dalam hal ini menggunakan IP. Setelah informasi yang berbentuk video  dan suara tersebut sampai alamat yang di tuju, sinyal dari Internet dapat didokompresikan kembali menjadi sinyal suara dan gambar.  Setelah itu pada receiver atau penerima, video dapat ditampilkan di layar monitor dan audiao dapat diputar pada speaker.

Sejarah Video over IP

Konferensi video analog sederhana dapat ditetapkan sebagai awal penemuan televisi. Sistem konferensi video biasanya terdiri dari dua sistem sirkuit televisi tertutup yang terhubung melalui kabel. Sejak awal penerbangan pertama ke luar angkasa, NASA menggunakan dua frekuensi radio (UHF atau VHF). Saluran televisi secara rutin menggunakan konferensi video semacam ini misalnya ketika melaporkan dari lokasi jauh. Kemudian hubungan aktif ke satelit menggunakan truk dengan peralatan khusus menjadi agak lazim.

Teknik ini sangat mahal dan tidak bisa digunakan untuk aplikasi seperti telemedicine, pendidikan jarak jauh, dan pertemuan bisnis. Usaha menggunakan jaringan telepon normal untuk mengirim video scan lambat, seperti sistem pertama yang dikembangkan oleh AT&T, sebagian besar gagal karena kualitas gambar yang kurang baik dan ketiadaan teknik kompresi video yang efisien. Pada 1970-an, semakin besar 1 MHz bandwidth dan 6 Mbit/s angka bit dari Picturephone tetapi tidak juga menyebabkan layanan menjadi makmur.

Pada 1980-an, jaringan pengiriman telepon digital menjadi mungkin, seperti Integrated Services Digital Networks atau ISDN, meyakinkan angkat bit minimum (biasanya 128 Kbps) untuk pengiriman kompresi audio dan video. Sistem terdedikasi pertama mulai muncul di pasar sebagai perluasan jaringan ISDN di seluruh dunia. Pada 1990-an, sistem telekonferensi video berkembang dengan cepat dari peralatan pribadi sangat mahal, perangkat lunak dan persyaratan jaringan untuk teknologi berbasis standar yang tersedia untuk masyarakat umum dengan biaya yang wajar.

Akhirnya, pada 1990-an, Internet Protocol atau IP berbasis konferensi video menjadi mungkin dan teknologi kompresi video lebih efisien telah dikembangkan sehingga memungkinkan desktop atau komputer pribadi berbasis konferensi video. Pada 1992, CU-SeeMe dikembangkan di Cornell oleh Tim Dorcey et al., IVS dirancang di INRIA, telekonferensi video tiba ke masyarakat dan layanan gratis, web plugin dan perangkat lunak, seperti NetMeeting, MSN Messenger, Yahoo Messenger, SightSpeed, Skype dan lain-lain membawa kemurahan, meskipun kualitas rendah.

Dasar Prinsip Kerja Video Conference

Pada dasarnya teknik kerja Video Conference awalnya dengan melakukan kompresi digital audio dan video stream. Teknik Kompresi ini membutuhkan perangkat kompresi yang disebut codec. Angka perbandingan kompresi dapat mencapai hingga 1:500. Data digital yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi paket label, yang kemudian dikirimkan melalui jaringan digital (biasanya ISDN atau IP). Penggunaan modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam beberapa aplikasi kecepatan rendah, seperti video telephony. Hal ini dikarenakan POTS dapat mengubah sinyal digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.

Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem konferensi video meliputi:

  • Video input: perangkat ini untuk merekam atau menangkap gambar dan video yang akan dikirim dari pemakai yang nantinya sinyal video tersebut diubah dalam bentuk digital. Contohnya kamera atau webcam.
  • Video output: perangkat ini untuk menampilkan gambar dan video yang dikirim untuk penerima melalui internet. Contohnya monitor komputer, televisi atau proyektor.
  • Audio input: perangkat ini untuk merekam suara yang akan dikirim dari pemakai yang nantinya sinyal audio tersebut diubah dalam bentuk digital. Contohnya mikrofon.
  • Audio output: perangkat ini untuk memutar atau memainkan  suara yang dikirim untuk penerima melalui internet. Contohnya  pengeras suara yang berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
  • Data transfer: jaringan telepon analog atau digital, LAN atau Internet

Ada dua jenis sistem video conferece :

  • Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video:
    1. Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.
    2. Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
    3. Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam konsol.
  • Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323. Konferensi video dilakukan melalui komputer yang tersebar, yang juga dikenal sebagai e-meeting.

 

Teknik Kompresi Pada Video Conference

(sebagian tesk dikutip dari http://2009048-wisnusuhoko.blogspot.com/2012/03/teknik-kompresi-video-konfrence.html )

Untuk melakukan pengiriman sinyal suara dan gambar memerlukan bandwith suara sebesar 64Kbps serta kebutuhan bandwith video sebesar 9Mbps. Hal ini sangat sulit dilakukan karena membutuhkan BW yang cukup besar. Sehingga data yang akan dikirim harus ditekan atau dikompresi. Dengan teknik kompresi, bisa memperkecil bandwith menjadi sebesar 6Kbps untuk suara dan 30Kbps untuk video. Sehingga dengan layanan internet yang berkecepatan medium tetap dapat melakukan Video Conference.

Ada dua jenis teknik kompresi pada saat ini, yaitu standar H261, dan standar H263.  Standar H261 biasanya menggunakan kanal ISDN dengan kecepatan p x 64Kbps, dimana p adalah 1, 2, 3, …, 30. Yang kedua adalah H.263 di khususkan untuk mengirimkan gambar video berkecepatan rendah mulai dari 20-30Kbps ke atas. Perlu diketahui untuk video berkecepatan 30 fps memerlukan 9Mbps biasanya kita mengurangi jumlah frame yang dikirim, misalnya menjadi 10fps. Beberapa teknik kompresi digunakan mulai dari yang paling kecil hasilnya yaitu 133:1 s/d yang akan memakan banyak bandwidth (500Kbps) dengan rasio kompresi 6:1.


Dengan adanya Video Conference kegiatan diskusi yang terpisah jarak yang jauh dapat mudah, hemat waktu dan biaya. Dua pihak atau lebih  yang terpisah jarak dapat berkomunikasi secara visual dan audia secara mudah dan terus menerus serta real time. Namun dibalik itu ada kekurangannyan yaitu penggunaan Video Conference untuk hal negatif seperti pornografi. Selain itu arga masih terbilang mahal untuk dimiliki dan teknik pemasangan dan  penginstalan yang cukup sulit sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak salah.

Daftar Puskata

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_video

(diakses pada tanggal 25 April 2013)

2. http://2009048-wisnusuhoko.blogspot.com/2012/03/teknis-konsep-dan-cara-kerja-video.html

(diakses pada tanggal 25 April 2013)

3. http://2009048-wisnusuhoko.blogspot.com/2012/03/teknik-kompresi-video-konfrence.html

(diakses pada tanggal 25 April   2013)

Video Board

Posted in Hardware, Teknologi Informasi dan Multimedia on April 26, 2013 by agungborn91

Pengertian dan Fungsi Video Board / VGA (Video Graphics Accelerator)

imagesVGA card adalah salah satu komponen komputer berfungsi untuk mengolah informasi berbentuk graphics untuk ditampilkan di layar monitor. Pada dasarnya VGA card memiliki sebuah prosesor (disebut GPU alias Graphics Processing Unit) dan membutuhkan memori tersendiri. VGA card bertugas  melakukan rendering atau pemrosesan output berupa visual yang ditampilkan pada layar monitor. Disebut VGA Card karena memang  bentuk perangkat ini  mirip dengan kartu yang ditancapkan pada slot yang ada di motherboard komputer.

Bentuk fisik VGA card sangat mirip komputer yang berukuran sangat kecil. VGA card memiliki prosesor tersendiri yang disebut dengan GPU  ditambah dengan memori di dalamnya. Saat GPU ini bekerja maka suhu pada GPU itu sendiri akan meningkat, sehingga dibutuhkan heatsink sebagai penyerap panas dan kipas untuk membuang panas. GPU memiliki suhu optimal kerja dan tidak boleh terjadi overheat. Jika terjadi overheat, maka VGA card bisa rusak dan tidak dapat digunakan kembali.

VGA Card bekerja dengan  mengubah sinyal digital dari komputer menjadi sebuah output visual  di layar monitor. VGA card ini mampu untuk menerjemahkan output  komputer ke monitor untuk aktifitas  design graphic atau  bermain game di komputer.

VGA card terbagi atas beberapa komponen utama antara lain GPU (sebagai prosesor) , Memory, Bus Interface, Cooling System (heatsink dan fan) , Display Interface dan PCB (Printed Circuit Board).

Macam-macam VGA Card

pada dasarnya VGA card terbagi menjadi dua jenis menurut bentuknya. yakni VGA card on board dan VGA card add-on. Masing-masing memiliki fungsi  tersendiri serta cara pemasangan yang berbeda. Berikut penjelasannya,

  • VGA card on board

VGA onboardVGA on board jenis VGA yang sudah terdapat pada semua motherboard saat  membeli komputer atau laptop karena sudah menjadi satu paket.  VGA card on-board tidak mempunyai memori sendiri. Sehingga terjadi penggunaan kapasitas  memori RAM untuk digunakan oleh VGA. Jika RAM yang memiliki kapasitas kecil (dibawah 1GB), tentu saja prestasi PC secara keseluruhan akan menjadi lambat.

  • VGA card add-on

vga AOVGA jenis ini terpisah dengan motherboard. Jika pengguna  merasa VGA card on board  kurang maksimal atau kurang memadahi, bisa menambahkan VGA card add-on ini. Hal ini utamanya bagi para desainer grafis, editor film dan juga pemain game 3D. Pada VGA Add On sudah memiliki GPU dan Memori sendiri sehingga  dapat melakukan pekerjaan rendering berat dan tidak menggunakan  memori utama atau RAM dalam CPU. Proses yang melibatkan grafik tidak akan membebankan  komputer  akan lebih cepat dalam memproses sesuatu. Namun, jenis VGA ini masih cukup mahal bahkan lebih mahal dari sebuah motherboard.

Jenis Slot Pada VGA :

(dikutip dari link : http://pmkinfo5.wordpress.com/2012/11/11/jenis-vga-dan-jenis-slot-pada-vga/ )

1.  Card VGA ISA (Industry Standart Architecture)

DSC00883fs

Slot berwarna hitam yang merupakan tempat pemasangan card ( kartu sirkuit ) dan memiliki kecepatan dalam menstransfer data sebesar 8 bit / detik.

2. VL Bus

800px-KL_Quick_Technology_SCSI-2_IDE_FDCBus Vesa lokal dirancang untuk menggantikan sementara  sebagai cara untuk menangani kekurangan bus ISA bandwith.  VL Bus merupakan kelanjutan dari slot ISA yang ada.  VLB kartu ISA bisa dipasang pada slot VLB. Bagian diperpanjang biasanya berwarna cokelat khas. Hal ini membuat VLB kartu cukup panjang mirip slot PCI, dan menggunakan konektor fisik yang sama.

Beberapa kelemahan VLB dapat membatasi masa manfaatnya secara substansial. VESA Lokal sangat bergantung pada intel 80486 CPU desain memori bus’s. Saat  P5 Pentium prosesor mulai mendapat penerimaan massa, sekitar tahun 1995, trdapat perbedaaan besar dalam desain busnya, sehingga Bus VESA Lokal tidak mudah beradaptasi.

3. Card VG PCI (Peripheral Component Interconnect)

Ati-Lt-Pro-Video-Card-PCI-VGA-TV-Out-HS-VGA-M-02-Standar bus PCI ini dikembangkan oleh konsorsium PCI Special Interest Group yang dibentuk oleh Intel Corporation dan beberapa perusahaan lainnya, pada tahun 1992. VGA card ini bisa digunakan dengan memasang pada slot vga, karena keterbatasan fitur vga jenis ini kini sudah jarang sekali digunakan. PCI kemampuan menstransfer data sebesar 32 – 64 bit / detik lebih cepat dibanding ISA. Standar PCI adalah 64 saluran data pada kecepatan 33MHz, laju transfer data 263 MB per detik atau 2,112 Gbps. Tujuan dibentuknya bus ini adalah untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. Slot yang berwarna putih yang digunakan sebagai tempat pemasangan card yang berslot PCI.

4 Card AGV (Accelerated Graphics Port)

card-agvPada Juli 1996 intel membuat AGP pertama kali (1.0) dalam seri chipset intel 440. AGP bersifat independen dan dibuat  berdasarkan bus PCI, tapi memiliki beberapa kemampuan yang lebih baik. AGV dibuat khusus sebagai bus mendukung kartu grafis berkinerja tinggi menggantikan yang sebelumya.

vga11

Selain spesifikasi diatas, ada lagi spesifikasi AGP yang dinamakan dengan AGV pro dan Pro Universal dengan kemampuan 3.3 dan 1,5 volt. Versi 1.0 dari AGP Pro diperkenalkan pada bulan Agustus 1998 lalu direvisi dengan versi 1.1a pada bulan April 1999. AGP Pro memiliki slot yang lebih panjang dibandingkan dengan slot AGP biasa, dengan tambahan daya 110 Watt, lebih besar 25 Watt dari AGP biasa yang hanya 85 Watt.

5. Card VGA PCI Express

vga15PCI Express, dirancang agar mampu memasang peralatan-peralatan mutakhir, PCI Express 1 x dan 16 x, PCI Express 16 x  merupakan 2 versi slot PCI Express yang terkenal  yang digunakan khusus untuk memasang vga jenis PCI Express, dan 1x untuk memasang peralatan tambahan. Ciri fisiknya dengan melihat bentuknya yang merupakan kebalikan dari PCI Biasa.  tahun 2006, AGV mulai digeser oleh PCI express 16x ini, damana ia mampu mentransfer hingga 4000 Mbyte/detik, hamper 2 kali lebih cepat dari AGV 8X, dengan kebutuhan daya yang lebih sedikit (voltase hanya 800 mV saja).

Daftar Pustaka

http://belajar-komputer-mu.com/mengenal-pengertian-vga-card-dan-jenisnya/ (akses tanggal 26 April 2013)

http://pmkinfo5.wordpress.com/2012/11/11/jenis-vga-dan-jenis-slot-pada-vga/  (akses tanggal 26 April 2013)

http://agitaafrina.wordpress.com/2013/02/12/mengenal-pengertian-vga-card-dan-jenisnya/  (akses tanggal 26 April 2013)

http://degokers.wordpress.com/  (akses tanggal 26 April 2013)