Sistem Pendidikan Nasional Untuk Anak Bangsa

Kunci dari kemajuan suatu negara salah satunya adalah melalui pendidikan yang maju dan merata. Oleh karena itu, sistem pendidikam nasional harus mampu menjamin dalam pemerataan kesempatan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan yang seiring dengan perkembangan dunia. Hal ini telah dijelaskan dan disahkan dalam UU No. 20 tahun 2003 yang menggantikan UU No. 2 tahun 1989. Dari hal ini kita bisa mengerti bahwa sesungguhnya pendidikan ialah hak dari seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Tanpa kita melihat kaya atau miskin, cacat maupun sehat, di kota atau di desa terpencil sekalipun, mereka anak bangsa selayaknya mendapat pendidikan sebaik-baiknya. Melalui pendidikan, anak bangsa diharapkan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Dalam melaksanakan pendidikan nasional harus berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan-tujuan itu maka negara membutuhkan sistem pendidikan yang baik dan sesuai dengan perkembangan dunia internasional. Dalam mencapai Sistem Pendidikan Nasional yang sesuai dengan tujuannya maka peran serta masyarakat sangatlah dibutuhkan dalam perkembangan dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Sistem Pendidikan yang baik bukan hanya dilihat dari kualitas pelaksanaannya namun juga dilihat bagaimana pendidikan bisa dilaksanakan pada daeran-daerah terpencil sekalipun.

 

Jalur pendidikan tidak hanya melalui pendidikan formal namun juga dilaksanakan dalam cara nonformal dan informal. Yang dimaksud nonformal yaitu pelaksanaan pendidikan yang diadakan oleh lembaga-lembaga kursus dan pelatihan. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

 

 

Ulasan penulis :

Pendidikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Melalui pendidikan, martabat suatu bangsa dapat terangkat. Sistem Pendidikan Nasional terus diharapkan dapat menjamin pendidikan untuk anak bangsa untuk lebih baik lagi demi membentuk bangsa yang bermoral dan memiliki kecerdasan, akhak serta keterampilan yang baik untuk membangun bangsa Indonesia.

Daftar Pustaka

Fadli Ade, 2004, SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: Benarkah untuk Mencerdaskan Bangsa?

http://timpakul.web.id/pendidikan.html

2008, Sistem Pendidikan Nasional.

http://perpustakaan-online.blogspot.com/2008/05/sistem-pendidikan-nasional.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: