Transistor Sebagai Sensor Suhu

Transistor memiliki tiga fungsi dasar yaitu sebagai penguat dan saklar otomatis. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan karakteristik rangkaian transistor yg digunakan. Pada rangkaian sensor suhu ini transistor berfungsi sebagai saklar otomatis. Rangkaian sensor suhu sederhana ini  memanfaatkan Rangkaian Pembagi Tegangan Thevenin.

Image      Image

 

Pada rangkain tersebut, nilai hambatan pada thermistor ( R4 ) dapat berubah-ubah tergantung dari suhu yang diterima. Thermistor adalah resistor yang memiliki nilai hambatan dapat berubah-ubah sesuai suhu yang diterima. Dengan nilai resistor yang berubah-ubah maka arus yang masuk ke Collector ( Ic) dan tegangan antara collector dan emmiter (Vce) juga dapat berubah-ubah. Jika nilai Ic sama dengan nol maka transistor off. Tetapi jika Ic tidak sama dengan nol dan Vce memiliki tegangan yang sangat kecil ( dianggap nol ) maka transistor akan beroperasi saturasi dan berfungsi saklar ON. Indikator yang digunakan dapat berupa LED. Jika ada tanda suhu meningkat maka LED akan meredup atau padam.

Biasanya rangkaian sederhana ini digunakan untuk mendeteksi peralatan listrik atau peralatan rumah tangga yang bekerja dengan suhu tinggi. Dengan sensor suhu ini maka peralatan listrik terhindar dari konsleting atau kerusakan lain akibat panas berlebih.

 

Daftar pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor

 

http://bocah-cakil.blogspot.com/2011/07/rangkaian-sensor-suhucontoh-rangkaian.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: