Video over IP (Video Conference)

Pengenalan Video over IP dan Video Conference

Penggunaan IP (Internet Protocol) tidak hanya untuk informasi berbentuk audio atau voice (VoIP), namun juga dapat diaplikasikan pada pengiriman informasi berbentuk video. Salah satu pemanfaatan IP dalam bentuk pengiriman informasi video adalah kegiatan Video ConferenceVideo Conference merupakan teknologi telekomunikasi interaktif yang dapat menghubunngkan dua pihak atau lebih di tempat  berbeda  melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.

video ip]

Prinsip kerja Video Conference yaitu dengan  mengkonversikan sinyal suara yang masuk melalui mic menjadi sinyal digital  serta gambar dan video yang direkam kamera menjadi sinyal gambar berbentuk digital dan kemudian kedua sinyal tersebut dikompresi menggunakan perangkat yang disebut codec. Tujuan dikompresi yaitu untuk menekan ukuran byte (penyimpanan) agar lebih kecil. Kemudian sinyal yang sudah dikompresi dapat disebar melalui jaringan internet dalam hal ini menggunakan IP. Setelah informasi yang berbentuk video  dan suara tersebut sampai alamat yang di tuju, sinyal dari Internet dapat didokompresikan kembali menjadi sinyal suara dan gambar.  Setelah itu pada receiver atau penerima, video dapat ditampilkan di layar monitor dan audiao dapat diputar pada speaker.

Sejarah Video over IP

Konferensi video analog sederhana dapat ditetapkan sebagai awal penemuan televisi. Sistem konferensi video biasanya terdiri dari dua sistem sirkuit televisi tertutup yang terhubung melalui kabel. Sejak awal penerbangan pertama ke luar angkasa, NASA menggunakan dua frekuensi radio (UHF atau VHF). Saluran televisi secara rutin menggunakan konferensi video semacam ini misalnya ketika melaporkan dari lokasi jauh. Kemudian hubungan aktif ke satelit menggunakan truk dengan peralatan khusus menjadi agak lazim.

Teknik ini sangat mahal dan tidak bisa digunakan untuk aplikasi seperti telemedicine, pendidikan jarak jauh, dan pertemuan bisnis. Usaha menggunakan jaringan telepon normal untuk mengirim video scan lambat, seperti sistem pertama yang dikembangkan oleh AT&T, sebagian besar gagal karena kualitas gambar yang kurang baik dan ketiadaan teknik kompresi video yang efisien. Pada 1970-an, semakin besar 1 MHz bandwidth dan 6 Mbit/s angka bit dari Picturephone tetapi tidak juga menyebabkan layanan menjadi makmur.

Pada 1980-an, jaringan pengiriman telepon digital menjadi mungkin, seperti Integrated Services Digital Networks atau ISDN, meyakinkan angkat bit minimum (biasanya 128 Kbps) untuk pengiriman kompresi audio dan video. Sistem terdedikasi pertama mulai muncul di pasar sebagai perluasan jaringan ISDN di seluruh dunia. Pada 1990-an, sistem telekonferensi video berkembang dengan cepat dari peralatan pribadi sangat mahal, perangkat lunak dan persyaratan jaringan untuk teknologi berbasis standar yang tersedia untuk masyarakat umum dengan biaya yang wajar.

Akhirnya, pada 1990-an, Internet Protocol atau IP berbasis konferensi video menjadi mungkin dan teknologi kompresi video lebih efisien telah dikembangkan sehingga memungkinkan desktop atau komputer pribadi berbasis konferensi video. Pada 1992, CU-SeeMe dikembangkan di Cornell oleh Tim Dorcey et al., IVS dirancang di INRIA, telekonferensi video tiba ke masyarakat dan layanan gratis, web plugin dan perangkat lunak, seperti NetMeeting, MSN Messenger, Yahoo Messenger, SightSpeed, Skype dan lain-lain membawa kemurahan, meskipun kualitas rendah.

Dasar Prinsip Kerja Video Conference

Pada dasarnya teknik kerja Video Conference awalnya dengan melakukan kompresi digital audio dan video stream. Teknik Kompresi ini membutuhkan perangkat kompresi yang disebut codec. Angka perbandingan kompresi dapat mencapai hingga 1:500. Data digital yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi paket label, yang kemudian dikirimkan melalui jaringan digital (biasanya ISDN atau IP). Penggunaan modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam beberapa aplikasi kecepatan rendah, seperti video telephony. Hal ini dikarenakan POTS dapat mengubah sinyal digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.

Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem konferensi video meliputi:

  • Video input: perangkat ini untuk merekam atau menangkap gambar dan video yang akan dikirim dari pemakai yang nantinya sinyal video tersebut diubah dalam bentuk digital. Contohnya kamera atau webcam.
  • Video output: perangkat ini untuk menampilkan gambar dan video yang dikirim untuk penerima melalui internet. Contohnya monitor komputer, televisi atau proyektor.
  • Audio input: perangkat ini untuk merekam suara yang akan dikirim dari pemakai yang nantinya sinyal audio tersebut diubah dalam bentuk digital. Contohnya mikrofon.
  • Audio output: perangkat ini untuk memutar atau memainkan  suara yang dikirim untuk penerima melalui internet. Contohnya  pengeras suara yang berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
  • Data transfer: jaringan telepon analog atau digital, LAN atau Internet

Ada dua jenis sistem video conferece :

  • Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video:
    1. Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.
    2. Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
    3. Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam konsol.
  • Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323. Konferensi video dilakukan melalui komputer yang tersebar, yang juga dikenal sebagai e-meeting.

 

Teknik Kompresi Pada Video Conference

(sebagian tesk dikutip dari http://2009048-wisnusuhoko.blogspot.com/2012/03/teknik-kompresi-video-konfrence.html )

Untuk melakukan pengiriman sinyal suara dan gambar memerlukan bandwith suara sebesar 64Kbps serta kebutuhan bandwith video sebesar 9Mbps. Hal ini sangat sulit dilakukan karena membutuhkan BW yang cukup besar. Sehingga data yang akan dikirim harus ditekan atau dikompresi. Dengan teknik kompresi, bisa memperkecil bandwith menjadi sebesar 6Kbps untuk suara dan 30Kbps untuk video. Sehingga dengan layanan internet yang berkecepatan medium tetap dapat melakukan Video Conference.

Ada dua jenis teknik kompresi pada saat ini, yaitu standar H261, dan standar H263.  Standar H261 biasanya menggunakan kanal ISDN dengan kecepatan p x 64Kbps, dimana p adalah 1, 2, 3, …, 30. Yang kedua adalah H.263 di khususkan untuk mengirimkan gambar video berkecepatan rendah mulai dari 20-30Kbps ke atas. Perlu diketahui untuk video berkecepatan 30 fps memerlukan 9Mbps biasanya kita mengurangi jumlah frame yang dikirim, misalnya menjadi 10fps. Beberapa teknik kompresi digunakan mulai dari yang paling kecil hasilnya yaitu 133:1 s/d yang akan memakan banyak bandwidth (500Kbps) dengan rasio kompresi 6:1.


Dengan adanya Video Conference kegiatan diskusi yang terpisah jarak yang jauh dapat mudah, hemat waktu dan biaya. Dua pihak atau lebih  yang terpisah jarak dapat berkomunikasi secara visual dan audia secara mudah dan terus menerus serta real time. Namun dibalik itu ada kekurangannyan yaitu penggunaan Video Conference untuk hal negatif seperti pornografi. Selain itu arga masih terbilang mahal untuk dimiliki dan teknik pemasangan dan  penginstalan yang cukup sulit sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak salah.

Daftar Puskata

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_video

(diakses pada tanggal 25 April 2013)

2. http://2009048-wisnusuhoko.blogspot.com/2012/03/teknis-konsep-dan-cara-kerja-video.html

(diakses pada tanggal 25 April 2013)

3. http://2009048-wisnusuhoko.blogspot.com/2012/03/teknik-kompresi-video-konfrence.html

(diakses pada tanggal 25 April   2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: