Encoder (CODEC)

Pengertian Encoder

Encoder merupakan jenis program yang digunakan untuk mengubah media source ke format yang sesuai untuk kegiatan streaming. Proses perubahan media source tersebut disebut encoding. Pada proses encoding terjadi konversi sinyal atau bitstream data ke dalam bentuk yang dapat diterima untuk transmisi data atau penyimpanan data dengan menggunakan algoritma tertentu. Fungsi dari proses encoding ini antara lain untuk standarisasi, efisiensi dalam pengiriman, kerahasiaan, keamanan serta penghematan ruang penyimpanan data (kompresi data). Pada intinya encoder ditujukan untuk melakukan sebuah kompresi data. Hal ini dilakukan untuk menekan ukuran data yang cukup besar agar bisa dikirim.  Jika ukuran penyimpanan data terlalu besar maka akan sulit dikirim karena keterbatasan bandwidth jaringan. Secara khusus untuk menekan data (kompresi) dilakukan oleh program CODEC.  Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Codec termsuk jenis software encoder.

Apa itu CODEC???

Codec berasal dari dua kata yaitu COmpressionDECompression. Dalam teknik streaming, Codec merupakan software yang digunakan untuk melakukan proses penekanan ukuran data (kompresi) sebuah file media streaming dan mengembalikannya ke ukuran awal (dekompresi) . CODEC melakukan penekanan atau kompresi file media  streaming agar ukurannya dapat diperkecil, lalu file tersebut distreaming dan dibroadcast melalui Internet. Setelah sampai ke komputer client, file tersebut kemudian kembalikan ke ukuran asal untuk dapat didengarkan atau ditonton. Proses ini dilakukan agar fasilitas media streaming dapat dinikmati lebih cepat dan tidak memakan bandwidth 

Jenis Metode Pada CODEC

  • Lossy

Kebanyakan metode Codec yang digunakan adalah lossy yaitu merusak file atau menghilagkan bagian dari file sehingga file menjadi  lebih kecil dari aslinya (contoh: file .bmp yang diubah ke .jpg). Dalam proses lossy ada bagian file yang dihilangkan untuk menekan ukuran file data agar mudah ditransmisikan. Pada file audio, ada bagian data audio (gelombang) yang tidak dapat didengar manusia. Bagian tersebut dihilangkan karena tidak dibutuhkan dan tidak mengandung informasi yang signifikan. Sedangkan pada video yang ditekan atau dikompresi adalah ukuran layar video. Seperti yang terjadi pada video streaming, jenis ukuran layar yang digunakan tidak penuh satu layar monitor bahkan cenderung berukuran miniatur. Jenis format video yang menggunakan kompresi lossy antara lain  MPEG1, MPEG2, DivX, H264,  WMV, RMVB.

  • Lossless

Selain itu ada jenis metode lain yaitu, lossless codec. Kompresi lossless tidak menghilangkan informasi apapun dalam sebuah file. Metode ini tidak terlalu signifikan dalam menekan ukuran file. Namun ada keunggulan dari metode ini yaitu apabila proses pengolahan data dilakukan berulang-ulang maka informasi pada data tidak akan berkurang atau hilang. Selain itu, informasi data tidak akan berkurang sedikitpun apabila data ingin yang telah dikompresi ingin diolah lebih lanjut. Contoh format audio dengan metode lossless antara lain FLAC, WacPack, Monkey’s Audio (APE) dan MLP. Sedangkan untuk video antara lain DV, HuffYUV, CorePNG dan FFV1. 

Daftar Pustaka

http://mirnarizki37.blogspot.com/2012/05/codec.html (diakses tanggal 26 April 2013)

http://zahrotul-m–fst10.web.unair.ac.id/artikel_detail-69767-PEMROGRAMAN%20KOMPUTER-Codec%20.html

(diakses tanggal 26 April 2013)

http://fayntrick.blogspot.com/2011/08/broadcast-video-digital-encoder.html (diakses tanggal 26 April 2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: